<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>public-healthcare.com</title>
	<atom:link href="http://www.public-healthcare.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.public-healthcare.com</link>
	<description>Forum Diskusi Pemerhati Masalah Kesehatan Masyarakat</description>
	<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 11:57:36 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Askes Tobamas</title>
		<link>http://www.public-healthcare.com/2008/08/19/askes-tobamas.html</link>
		<comments>http://www.public-healthcare.com/2008/08/19/askes-tobamas.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 11:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.public-healthcare.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[


Program Askeskin/Jamkesnas bagi masyarakat miskin/tidak mampu, sudah tersedia. Bagaimana asuransi kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah ?  Askes Tobamas, mungkin sebagai salah satu alternatif.














Upaya Peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Toba Samosir melalui asuransi kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (low income)
1.  Pendahuluan
            Membangun suatu sistim pelayanan kesehatan bagi masyarakat majemuk dan bervariasi dalam hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/narumonda4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-116" title="narumonda4" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/narumonda4-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;">Program Askeskin/Jamkesnas bagi masyarakat miskin/tidak mampu, sudah tersedia. Bagaimana asuransi kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah ?  Askes Tobamas, mungkin sebagai salah satu alternatif.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;"><span id="more-115"></span></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: center; tab-stops: 0in; mso-layout-grid-align: none;" align="center"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;">Upaya Peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Toba Samosir melalui asuransi kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">low income</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;">1.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Pendahuluan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: PT-BR;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;">Membangun suatu sistim pelayanan kesehatan bagi masyarakat majemuk dan bervarias</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;">i dalam hal budaya, pendidikan, kemampuan ekonomi dan perilaku kesehatan; tidaklah mudah.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Banyak faktor harus dipertimbangkan, antara lain adalah informasi mengenai perilaku hidup sehat, pola pencarian dan pemilihan kesehatan dan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu informasi yang dibutuhkan dalam menilai keadaan sistem pelayanan kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Melalui informasi ini dapat dilakukan pengkajian seberapa jauh penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan telah tersedia secara merata dan memenuhi kebutuhan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Visi dan misi pembangunan Kabupaten Toba Samosir menekankan pembangunan pada empat pilar yaitu: pendidikan, pertanian, kesehatan dan pariwisata.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: DE;">Penekanan pada empat sektor ini tidaklah berarti sektor lain diabaikan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Mengingat sektor kesehatan menjadi salah satu pilar pembangunan penting, maka perhatian utama adalah pada pemerataan pelayanan dan peningkatan akses masyarakat terhadap sarana dan pelayanan kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Upaya ini menghadapi halangan (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">barriers</em>) akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, antara lain jarak, ketersediaan fasilitas peralatan dan fisik didesa dan kecamatan, ketenagaan dan pembiayaan termasuk kemampuan bayar masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-ansi-language: DE;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span><span style="mso-bidi-font-weight: bold;">Isu utama pelayanan kesehatan di Kabupaten Toba Samosir adalah masih rendahnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Hal ini disebabkan: a) belum seluruhnya desa – desa memiliki Polindes/ Poskesdes lengkap berupa gedung, peralatan medik dan non – medik serta obat – obat yang memadai; b) jarak geografis desa yang sukar ke fasilitas yang lebih lengkap berupa Puskesmas, Puskesmas Rawat Inap, RS Pembantu dan RSUD; c) kemauan dan daya beli masyarakat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: DE;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;">Tingginya biaya pelayanan kesehatan diakui semakin terasa dan sulit dijangkau secara perorangan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Hal ini terutama dialami anggota masyarakat berpenghasilan rendah dengan tanggungan anggota keluarga yang relatif banyak.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui APBD – nya rata-rata menyediakan dana pengadaan obat dan bahan habis pakai senilai Rp 1 milyar ditambah bantuan berupa obat dari Depkes dan Provinsi.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Ketersediaan obat saja ternyata tidak cukup dan berbagai program yang dilakukan ternyata belum mampu mendongkrak secara nyata akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan ditambah masih minimnya kesadaran masyarakat untuk berupaya membiayai sendiri pelayanan kesehatannya.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui Dinas Kesehatan berupaya mencari alternatif penerapan dan pembiayaan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang lebih paripurna dalam jenis maupun cakupannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-ansi-language: IN;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Struktur penyelenggaraan kesehatan sangat menentukan akses terhadap pelayanan, misalnya adanya kondisi dimana masyarakat gemar memanfaatkan pelayanan <em style="mso-bidi-font-style: normal;">primary care</em>; dan adanya kesiapan pelayanan kesehatan akan kebutuhan pada kondisi darurat (Rosenbach <em style="mso-bidi-font-style: normal;">et al</em>, 2006).<span style="mso-spacerun: yes;">   </span><span style="mso-bidi-font-weight: bold;">Sistim pembiayaan bagaimanakah yang paling tepat untuk kondisi kabupaten Toba Samosir?<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Sistim p</span>embiayaan pemeliharaan kesehatan itu nantinya diharapkan memberi impak dalam dua cara: a) pada sisi penyelenggaraan: menjamin pelayanan kesehatan esensial cukup biaya dan cukup tersedia; dan, b) pada sisi kebutuhan: mampu mengurangi hambatan akses terhadap pelayanan kesehatan dan menjamin pembiayaan meningkat sehingga pelayanan dapat dimanfaatkan semua lapisan (Pearson, 2002).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-ansi-language: IN;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Salah satu indikator keberhasilan PHP II di Propinsi Sumatera Utara adalah indikator program Asuransi di Kabupaten/Kota yaitu: a) adanya kebijakan baru tentang Asuransi; b) prosentase cakupan Asuransi; dan, c) adanya kegiatan dan strategi tentang Asuransi Kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Departemen Kesehatan RI tahun 2005 juga menetapkan indikator Keberhasilan Program Asuransi Kesehatan sebagai; a) Penerbitan dan distribusi kartu 100% dari peserta terdaftar; b) Angka Utilisasi (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">visit rate</em>) minimal rata-rata 15%; c) tingkat kepuasan konsumen minimal 70%; dan, d) cakupan pemeriksaan kehamilan (90%), persalinan (80%), Nifas (90%), dan Perawatan Bayi Baru lahir (90%) oleh petugas kesehatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-ansi-language: IN;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Dengan mempertimbangkan indikator PHP –II dan penetapan indikator keberhasilan oleh Departemen Kesehatan; maka pembiayaan berbasis asuransi merupakan pilihan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Suatu sistim yang menjamin keterpaduan pembiayaan dan pelayanan kesehatan dan mencakup semua lapisan umur terutama ibu dan anak – anak sebagai kelompok rentan; dan karena mengingat a<span style="mso-bidi-font-weight: bold;">nak yang dilindungi asuransi kesehatan memiliki akses lebih baik terhadap pelayanan kesehatan termasuk pencegahan daripada anak yang keluarganya tidak memiliki perlindungan asuransi kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span></span>Sistim ini dapat dilaksanakan pada golongan dalam garis kemiskinan dan diatas garis kemiskinan terutama dalam situasi adanya kemungkin jatuh kedalam jebakan kemiskinan disebabkan oleh suatu peristiwa jatuh dalam keadaan sakit berat (Ahuja &amp; <span style="color: #000000; mso-bidi-font-weight: bold;">Jütting, 2003)</span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Perilaku masyarakat berpenghasilan rendah yang sering secara tidak sah menggunakan fasilitas pelayanan keluarga miskin lebih disebabkan tidak tersedianya fasilitas JPK bersifat asuransi kepada mereka seperti pada Gakin.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Mereka tidak mampu membayar premi Askes golongan menengah, sebaliknya mereka tidak dapat tergolongkan miskin.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Sebagian dari golongan <em style="mso-bidi-font-style: normal;">low income</em> atau Sadikin ini kurang pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku hidup sehat, pemahaman akan pengobatan dan pencegahan penyakit dan kesadaran akan asuransi kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Bila memilih suatu pemberi pelayanan kesehatan, mereka cenderung sangat<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>tergantung pada informasi hanya dari PPK.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Pemahaman akan perilaku mencari pelayanan kesehatan pada kelompok sosio – ekonomi ini juga sangat rendah (Mills <em style="mso-bidi-font-style: normal;">et al.</em>, 2002).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/narumonda2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-119" title="narumonda2" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/narumonda2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;">2. Kondisi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) di Kabupaten Toba Samosir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 200%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: ES-CO;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Dari jumlah penduduk 172.240 jiwa, hanya 11.861 jiwa dicakup dalam kepesertaan asuransi sosial, 232 Jamsostek, 30.434 ditanggung dalam program Askin yang dikelola PT Askes, dan non – asuransi adalah sekitar 130.031 jiwa.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Pada tahun 2006 di Kabupaten Toba Samosir tercatat sejumlah 30.434 jiwa masyarakat miskin yang harus dicakup asuransi kesehatan (Askeskin).<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Data ini belum sepenuhnya dipercaya, masih dalam proses pemutakhiran data karena dianggap penggelembungan data dari BPS.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Melihat keadaan ini timbul keraguan, apakah jumlah Gakin yang tercatat adalah murni Gakin?<span style="mso-spacerun: yes;">   </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;">Sebagian besar dianggap adalah kesalahan pencatatan, keraguan tentang kriteria kemiskinan; bahkan kecurangan anggota golongan masyarakat tertentu yang sebenarnya tidak termasuk kategori miskin.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold;">Golongan ini disinyalir berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah yang masih mampu menanggulangi pelayanan kesehatan dasar dan lanjutan untuk beberapa saat, namun rentan untuk jatuh miskin bila harus mengeluarkan biaya pelayanan kesehatan pada saat menderita sakit berat.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Sering disebut sebagai golongan “Sakit Sedikit menjadi Miskin” (= Sadikin).<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Sebagian dari golongan ini dicurigai secara tidak wajar mendaftarkan diri sebagai keluarga miskin, sebagian lagi berasal dari masyarakat mampu membayar tetapi berbuat curang.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Masalah pelayanan Gakin di rumahsakit daerah sering muncul oleh karena golongan ini masuk dan dilayani dengan cara mampu dan setelah beberapa hari kemudian akan menunjukkan kartu miskin atau surat keterangan tidak mampu (SKTM).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;">Tabel- 1 dan Tabel- 2 mengilustrasikan struktur masyarakat tobasa dari segi upaya pembiayaan pelayanan kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Dapat juga dilihat bahwa jumlah masyarakat yang belum memiliki jaminan pemeliharaan kesehatan masih sangat tinggi sekali, terutama golongan masyarakat penghasilan rendah yang membayar pelayanan kesehatannya secara <em style="mso-bidi-font-style: normal;">out of pocket</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/tobamas_askes4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-120" title="tobamas_askes4" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/tobamas_askes4-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 28.1pt .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">3.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Kerjasama dengan PT. Askes Indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .25in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">      </span>Dalam mencari sistim pembiayaan yang lebih paripurna, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir mengalami kesulitan mengingat sistim pembiayaan asuransi hanya baru ada untuk masyarakat mampu (askes ekslusif); dan masyarakat miskin (Askeskin); sedangkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (tetapi tidak miskin) yang ternyata lebih besar jumlahnya, sistimnya belum tersedia sama sekali.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Dalam beberapa pertemuan konsultatif dengan pihak PT Askes Cabang Siantar Regional SUMUT, Dinas Kesehatan Toba Samosir melihat peluang untuk menyisihkan sebagian anggaran APBD untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk membeli premi kepesertaan Askes komersial tipe Alba.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui APBD 2006, menyediakan Rp 36.000.-/jiwa/tahun untuk sejumlah 30.000 peserta.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;">Subsidi premi Peserta untuk tahun 2006 dianggarkan melalui APBD 2006 sebesar Rp 1.400.000.000.- untuk 30.000 peserta.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Untuk tahun anggaran 2007 ditargetkan sejumlah 45.000 peserta dan sudah ditampung dalam APBD 2007.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Program kerjasama Pemerintah Kabupaten Toba Samosir disebut sebagai <em style="mso-bidi-font-style: normal;">“Program Pelayanan Husada Paripurna Tobamas</em>” atau sering disebut masyarakat sebagai Askes Tobamas.<em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="mso-spacerun: yes;">  </span></em>Program dimaksud memberikan perlindungan berupa penyelenggaraan pelayanan kesehatan kuratif rawat jalan dan rujukan rawat inap.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Tujuan program ini adalah membantu memudahkan masyarakat beserta keluarga dalam menggunakan pelayanan kesehatan<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>dengan cepat, mudah dan dengan mutu terjamin. <span style="mso-bidi-font-weight: bold;">Yang akan menjadi ciri program ini adalah: a) m</span>enyelenggarakan pelayanan kesehatan berupa rangkaian kegiatan pelayanan dalam bentuk peningkatan mutu kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan; b) berusaha memahami kesulitan informasi, akses terhadap pelayanan kesehatan dan kesulitan finansial peserta dengan memberikan bimbingan dan fasilitas yang ditetapkan khusus kepada peserta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;"><span style="mso-bidi-font-weight: bold;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/tobamas_askes6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-121" title="tobamas_askes6" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/tobamas_askes6-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;">4. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Premi</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Mengingat tujuannya adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus bertujuan mendidik kelompok masyarakat ini akan kesadaran memelihara dan membiayai pelayanan kesehatan sesuai kemampuan; maka premi yang dikenakan adalah premi yang disubsidi Pemerintah Kabupaten Tobasa yang pengelolaannya kemudian diserahkan kepada asuransi kesehatan bercakupan luas seperti PT Askes.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Tahun pertama pelaksanaan yaitu tahun 2006 dengan target 30.000 peserta.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Premi per orang per tahun adalah Rp 72. 000.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Subsidi Pemerintah adalah Rp 36.000 per peserta per tahun.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Peserta menyediakan jumlah yang sama untuk “membeli” kepesertaan sukarela dari PT Askes sehingga total premi pertahun yang berarti nilai premium adalah Rp 6.000.- PMPM.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Premi dari peserta dikutip dengan mengandalkan perangkat pimpinan desa dan kader Posyandu dan Bidan Desa.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Premi yang dikenakan cukup ringan, tidak terkait langsung dengan UMR maupun <em style="mso-bidi-font-style: normal;">takehome pay</em> peserta.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Subsidi ini akan diupayakan untuk diberikan pada setiap peserta sejumlah Rp 36.000 (50 %) sampai tahun 2009, dan diharapkan pada tahun 2010 akan timbul kesadaran masyarakat untuk membayar penuh premi pada tahun – tahun berikutnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/tobamas_askes8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-122" title="tobamas_askes8" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/tobamas_askes8-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;">5.<span style="mso-tab-count: 1;">         </span>Cakupan</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Pada saat dimulainya pencanangan pelaksanaan JPKM Askes Husada Paripurna telah terdaftar kurang lebih 3000 orang peserta pert</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">ama.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Mereka adalah para Kader Posyandu (sejumlah 245 Posyandu di 192 Desa/Kelurahan se Tobasa) beserta keluarganya.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Hal ini dimungkinkan karena seluruh Kader Posyandu di Kabupaten Toba Samosir sejak awal tahun 2006, berdasarkan SK Bupati Tobasa mendapat insentif dari APBD Toba Samosir sebesar Rp. 90.000,- per bulan dalam rangka program Revitalisasi Posyandu.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Kepesertaan Kader Posyandu se Kabupaten Toba Samosir menjadi Peserta JPKM Askes Tobamas menjadi pemicu proses sosialisasi di antara masyarakat sehingga dalam waktu yang singkat kepesertaan dapat mencapai target sebanyak 30.000 pada akhir tahun 2006.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-spacerun: yes;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/tobamas_askes9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-123" title="tobamas_askes9" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/tobamas_askes9-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span>6.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Dukungan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Upaya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dari sudut mengatasi kelemahan finansil masyarakat belum cukup.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Memilik kartu Askes Tobamas harus diikuti pembenahan ketersediaan pelayanan yang bermutu yang didukung oleh: 1) fasilitas sarana fisik dan peralatan yang memadai disetiap Desa dan Kecamatan (terutama Kecamatan hasil Pemekaran); 2) pengadaan obat/bahan habis pakai yang memadai, 3) pengadaan peralatan medik dan non medik Puskesmas, Pustu dan Poskesdes; 4) kecukupan dan distribusi tenaga kesehatan terutama Bidan disetiap Poskesdes/Polindes; dan 5) insentif bagi tenaga pelayanan kesehatan mulai dari dokter spesialis dan dokter umum di RSUD Porsea, dokter Puskesmas, tenaga paramedis sampai Bidan Desa.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Penganggaran disektor lain juga harus dilaksanakan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: EN-US;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Masalah fasilitas sarana fisik desa dan Puskesmas diatasi Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dengan cara membangun 34 unit Polindes/Polkesdes dan 2 Puskesmas baru, peningkatan kelas dan kemampuan Puskesmas rawatan Parsoburan menjadi RS Pembantu Parsoburan dalam tahun anggaran 2006; dan menampung pembangunan 31 Polindes/Poskesdes baru dan 1 Puskesmas baru serta peningkatan kelas dan kemampuan Puskesmas Rawatan Ajibata menjadi RS Pembantu Parsoburan untuk tahun anggaran 2007.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;">Beberapa perbaikan dan rehabilitasi fisik Puskesmas dengan penambahan sarana perumahan dokter, dokter gigi dan Bidan Puskesmas juga terlaksana pada tahun anggaran 2005, 2006 dan 2007.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Untuk mendukung kinerja Puskesmas yang baik, APBD 2006 memberikan anggaran operasional Puskesmas Rp 50.000.000/tahun, dan untuk tahun anggaran 2007 berkisar antara Rp 50.000.000 – Rp 200.000.000/tahun sesuai besar Puskesmas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Kekurangan tenaga paramedis dan Bidan dilaksanakan mengangkat 75 tenaga dokter dan Bidan PTT menjadi PNS, menempatkan 59 Bidan Desa PTT tambahan penempatan Provinsi Sumatera Utara; dan mengangkat 50 tenaga honor di RSUD Porsea dan 30 tenaga honor paramedis dan non medis di Puskesmas, RS Pembantu Ajibata dan RS Pembantu Parsoburan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Kelengkapan peralatan medik dilakukan dengan cara pengadaan peralatan Puskesmas, Pustu dan peralatan Bidan bersumber dari dana PHP-II, APBD dan bantuan peralatan medik dari APBN dan Provinsi.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Peralatan non medik bagi desa terutama ditekankan pada upaya memperlancar komunikasi (pengadaan 100 unit Handy Transceiver) dan 34 kenderaan roda dua bagi Bidan Desa terpencil tahun anggaran 2006, dan 31 unit kenderaan roda dua pada tahun anggaran 2007.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Untuk upaya perangsang kinerja, diberikan insentif bagi tenaga medis, paramedis, Bidan Desa.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Tenaga dokter spesialis di RSUD diberikan Rp 5.000.000/bulan, dokter umum RSUD Rp 2.000.000/bulan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Sedangkan dokter umum Puskesmas Rp 750.000/bulan, Bidan Desa Rp 500.000/bulan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Dukungan pada pelaksanaan Askes Tobamas, d</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">alam melakukan sosialisasi program ini, melalui surat keputusan Bupati ditetapkan team soasialiasi Askes Tobamas Kabupaten dan Kecamatan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Ditingkat kecamatan, yang menjadi ketua team adalah Camat dengan dokter Kepala Puskesmas sebagai Sekretaris dan para Bidan Desa dan Kepala Desa sebagai anggota.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Dalam sosialisasi tingkat Kecamatan, peran Camat dan Tim Penggerak PKK tingkat Kecamatan dan desa sangat memberi kontribusi yang sangat berarti.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; tab-stops: .5in;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/casemix_kecil.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-124" title="casemix_kecil" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/casemix_kecil-244x300.jpg" alt="" width="244" height="300" /></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in 6pt 9pt; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">7.<span style="mso-tab-count: 1;">      </span>Masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 0in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Dalam penyelenggaraan <em style="mso-bidi-font-style: normal;">“Program Pelayanan Husada Paripurna Tobamas</em>”, beberapa masalah dari berbagai aspek sudah mulai terdetek</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;">si, antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in 6pt 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list .5in; mso-list: l0 level2 lfo1;"><span><span style="mso-list: Ignore;">a.<span style="font: 7pt ">      </span></span>Masyaraka</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;">t: Masyarakat Kabupaten Toba Samosir yang sebagian besar merupakan kelompok ekonomi lemah dan berpendidikan rendah memiliki pemahaman yang belum memadai tentang prinsip-prinsip perlindungan asuransi kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Perilaku yang umum muncul adalah berpikir masuk menjadi peserta Asuransi Kesehatan ketika berada dalam kondisi sakit atau benar terancam menderita penyakit.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Hal ini menimbulkan kekecewaan ketika kondisi sakit benar-benar dialami, sementara periode waktu tunggu (1 bulan sejak mendaftar) masih belum terlewati. Informasi tentang pelayanan kesehatan yang belum memuaskan bagi peserta Askes Sosial (PNS) turut pula menimbulkan persepsi negatif sehingga memperlambat perubahan pemahaman pentingnya memiliki sistem perlindungan asuransi kesehatan. sejak dini.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Sebagai salah satu persyaratan kepesertaan adalah Kartu Tanda Penduduk.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Ini dilakukan agar identitas jelas dan agar anggota masyarakat yang bukan penduduk Kabupaten Toba Samosir menikmati subsisdi APBD yang bukan haknya.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Mengingat belum seluruh masyarakat memiliki KTP, maka hal ini juga menjadi masalah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in 6pt 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list .5in; mso-list: l0 level2 lfo1;"><span><span style="mso-list: Ignore;">b.<span style="font: 7pt ">      </span></span>Penyelenggaraan</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in 6pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list .75in; mso-list: l2 level2 lfo2;"><span><span style="mso-list: Ignore;">§<span style="font: 7pt ">         </span></span>Distribusi kartu</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">:<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Waktu tunggu yang disepakati untuk mendapatkan Kartu Identitas Peserta masih sering terlambat antara lain kurang cermatnya petugas dalam proses pendaftaran (nama/tanggal/alamat tidak sesuai), proses penandatanganan Kartu oleh pejabat berwewenang (Kepala Cabang Pematang Siantar, Bupati Toba Samosir, dan Kepala Dinas Kesehatan) sering tersendat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in 6pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list .75in; mso-list: l2 level2 lfo2;"><span><span style="mso-list: Ignore;">§<span style="font: 7pt ">         </span></span>Rekruitmen:<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">adverse selection</span></em><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"> belum dapat dihindari sepenuhnya karena golongan yang dibidik masih majemuk yaitu sebatas <em style="mso-bidi-font-style: normal;">low – inc</em>ome sampai kemampuan menengah kebawah.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, menghindari ketidak adilan karena sulit membedakan kemampuan golongan yang majemuk ini.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Prinsipnya adalah memberikan kesempatan yang sama bagi peserta non miskin subsisdi pembeli premi sebesar 50 % premi yang disepakati yaitu Rp 72.000.-.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;">Dimasa depan, kondisi ini harus mulai dikoreksi dengan membuat beberapa alternatif premi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in 6pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list .75in; mso-list: l2 level2 lfo2;"><span><span style="mso-list: Ignore;">§<span style="font: 7pt ">         </span></span>Rujukan: </span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;">Proses admisi pasien dan pemberian (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">delivery</em>) pelayanan di Rumah Sakit yang masih kaku sehingga mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rujukan di Rumah Sakit. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in 6pt 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list .5in 1.0in; mso-list: l0 level2 lfo1;"><span><span style="mso-list: Ignore;">c.<span style="font: 7pt ">      </span></span>Petugas Kesehatan</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;">: Pola pembayaran jasa medik yang berubah dari sistem langsung (sesuai Perda Tarif Pelayanan Kesehatan) kepada sistem klaim untuk sementara masih dirasakan sebagai hal yang meyulitkan disamping besaran pembayaran yang disepakati dalam sistem asuransi masih dianggap belum memadai terutama di tingkat PPK I/Rawat Jalan Tingkat Pertama mengingat bahwa diversifikasi pelayanan di Puskesmas sudah semakin meningkat dan beragam.(Contoh: Pelayanan Laboratorium sederhana, Pelayanan Tindakan Medik Sederhana, masih belum dapat diklaim)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in 6pt 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list .5in 1.0in; mso-list: l0 level2 lfo1;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/narumonda10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-125" title="narumonda10" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/narumonda10-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 0in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">8.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Diskusi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah selalu berusaha menemukan sistim pelayanan kesehatan yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Apakah yang diinginkan suatu pemerintahan dari sistim kesehatannya?<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Menurut <span style="mso-bidi-font-weight: bold;">Pierskalla (1999), beberapa hal yang dibutuhkan pemerintah suatu negara dari sistim kesehatannya adalah: a) <em style="mso-bidi-font-style: normal;">Equity</em> dalam pelayanan kesehatan (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">equity in access</em>); b) Mutu tinggi <em style="mso-bidi-font-style: normal;">outcome</em> pelayanan; c) biaya yang efisien; d) kepuasan pasien; e) kebebasan memilih pelayanan yang diinginkan (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">freedom of Choice for Patients</em>); dan, f) peningkatan derajat kesehatan masyarakat.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span>Kenyataannya, banyak masalah – masalah: a) masih tingginya rentang celah (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">g<span style="mso-bidi-font-weight: bold;">ap</span></em><span style="mso-bidi-font-weight: bold;">) dalam akses terhadap pelayanan; b) ketiadaan perlindungan finansil pada masyarakat disaat membutuhkan pelayanan kesehatan yang mahal; c) tingginya biaya pelayanan kesehatan; d) tidak efisiennnya pelayanan kesehatan; e) mutu yang sangat bervariasi tanpa standard baku; dan, f) minimnya kebebasan memilih pelayanan yang diinginkan </span>(Ahmed, 2005).<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Kondisi ini disinyalir disebabkan masih kuatnya </span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">barriers to access of the </span></em><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;">health care</span></em><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;">.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Dikenal banyak jenis </span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">barriers </span></em><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: SV;">terutama adalah:a) <em style="mso-bidi-font-style: normal;">financial barriers</em>; b) <em style="mso-bidi-font-style: normal;">organisational barriers</em>; c) <em style="mso-bidi-font-style: normal;">sociocultural barriers</em> (Gulliford, 2001); dan d) <em style="mso-bidi-font-style: normal;">geographical barriers</em> (ADB, 2004).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 27.0pt;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: IN;"><span style="mso-tab-count: 1;">         </span>Penerapan pembiayaan pemeliharaan masyarakat berbasis asuransi yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten akan </span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;">menghasilkan suatu subsidi yang mengatasi salah satu <em style="mso-bidi-font-style: normal;">barrier</em> akses terhadap pelayanan kesehatan, yaitu <em style="mso-bidi-font-style: normal;">barrier</em> pembiayaan (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">financial barriers to healthcare</em>).<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Karena sistim ini diarahkan kepada masyarakat golongan penghasilan rendah (bukan miskin), maka suatu <em style="mso-bidi-font-style: normal;">adverse selection</em> dan <em style="mso-bidi-font-style: normal;">moral haz</em>ard bagi kelompok masyarakat penghasilan rendah ini perlu diawasi dengan telaten agar mampu melidungi <em style="mso-bidi-font-style: normal;">financial integrity </em>dari sistim pembiayaan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 0in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Masalah akses dan </span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">inequity</span></em><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">, dapat disebabkan oleh faktor – faktor mulai dari perilaku masyarakat yang membutuhkan pertolongan (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">helpseeking behaviours</em>), insentif finansil (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">financial incentives</em>) terhadap pasien dan pemberi pelayanan kesehatan (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">providers</em>); distribusi dan konfigurasi kapasitas pelayanan tersedia; dan organisational <em style="mso-bidi-font-style: normal;">barriers</em> terhadap pelayanan (</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">Gulliford</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;"> </span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">et al</span></em><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">, 2001).<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: ES-CO;">Untuk tetap mempertahankan prinsip <em style="mso-bidi-font-style: normal;">equity of access to the healthcare</em> sambil mengkontrol perilaku diatas, beberapa alternatif pembiayaan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Tobasa tidaklah mudah dilakukan apalagi di suatu Kabupaten.<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Selalu timbul pertanyaan, metode pembiayaan apakah yang harus digunakan mengingat tidaklah mungkin membiarkan seluruh masyarakat membiayai pemeliharaan kesehatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Asuransi bukan jalan satu – satunya mengatasi risiko, dan tidak semua risiko dapat diasuransikan </span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">(Ahuja &amp; <span style="color: #000000; mso-bidi-font-weight: bold;">Jütting, 2003)</span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">, namun sistim asuransi diakui mampu mengatasi <em style="mso-bidi-font-style: normal;">financial barriers to access</em> sehingga pasien tidak menghadapi seluruh pembiayaan pelayanan kesehatannya.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;">Terjadi suatu kondisi insentif dan memungkinkan sekelompok pasien tertentu menggunakan pelayanan diluar batas semestinya (overutilisasi).<span style="mso-spacerun: yes;">   </span>Jika hal ini terjadi pasien lain akan mengalami kesulitan akses terhadap pelayanan kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">Masalah lain yang mungkin timbul dalam sistim ini adalah timbulnya <em style="mso-bidi-font-style: normal;">moral hazard</em>.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Sistim asuransi bagus mengatasi <em style="mso-bidi-font-style: normal;">financial barriers </em>yang dialami masyarakat untuk akses terhadap pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat mengakibatkan penggunaan pelayanan kesehatan dengan tidak semestinya dan kurang menghargai prioritas(Gulliford, 2001).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">Skim pembiayaan pemeliharaan komunitas biasanya berdasarkan hal – hal berikut:a) keanggotaan secara sukarela; b) tidak bertujuan mencari untung; c) terhubung dengan pemberi pelayanan kesehatan (sering berupa rumahsakit didaerah tersebut); d) <em style="mso-bidi-font-style: normal;">risk pooling</em>; dan, dan berlandaskan solidaritas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Menurut Dror &amp; Preker (2002) subsidi ke sistim pemeliharaan kesehatan dapat diberikan dalam tiga cara:<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>a) subsidi kepada individu; b) subsidi kepada masyarakat atau ke unit mikroasuransi; dan c) subsidi kepada <em style="mso-bidi-font-style: normal;">provider</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Subsidi dapat diarahkan kepada individu tertentu yang menjadi target meskipun masih memiliki kelemahan – kelemahan, yaitu: terpaksa harus mendefinisikan batasan – batasan dan melakukan verifikasi bahwa penerima memenuhi batasan – batasan tersebut; dan memastikan bahwa penerima subsidi menggunakan subsidi untuk tujuan dimaksud semula yaitu membayar premi asuransi (Dror &amp; Preker, 2002).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">Sementara sistim asuransi ini menjanjikan, ada keterbatasan dalam meraih pencapaian yang diharapkan, cakupan dan kesinambungan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Kelemahan institusi (<em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="mso-bidi-font-weight: bold;">institutional weakness</span></em><span style="mso-bidi-font-weight: bold;">) </span>terutama dalam manajemen, administrasi, kemampuan teknis dan sistim data; akan mengakibatkan kelemahan dalam komunikasi dan kordinasi antar partner, kelemahan pemasaran, kurangnya transparansi dan lemahnya akuntabilitas (<span style="mso-bidi-font-style: italic;">Nannyonjo,</span> 2007).<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Dalam pelaksanaan Askes Tobamas, kelemahan institusi ini sudah mulai terlihat berupa: </span></p>
<p class="Default" style="margin: 6pt 0in 6pt 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in; mso-list: l1 level1 lfo3;"><span><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt ">         </span></span>PT Askes</span><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; line-height: 150%; font-family: Arial;">: a) persiapan beberapa alternative skema kontrak pelayanan kesehatan sesuai perkembangan kebutuhan yang dirasakan masyarakat dan PPK; b) peranan PT Askes dalam proses marketing yang masih perlu ditingkatkan; c) penanganan/pengelolaan data base kepesertaan; dan d) verifikasi klaim yang masih tersendat sehingga menjadi hambatan bagi Rumah Sakit.</span></p>
<p class="Default" style="margin: 6pt 0in 6pt 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in; mso-list: l1 level1 lfo3;"><span><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt ">         </span></span>Dinas Kesehatan dan jajarannya</span><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; line-height: 150%; font-family: Arial;">: a) Puskesmas dan jajarannya masih kesulitan menerapkan pola pelayanan menurut standard pelayanan minimal berkaitan dengan keterbatasan sumber daya manusia (kualitas/kuantitas), kelengkapan peralatan medik dan non medik, sistem informasi dan komunikasi; b) kurangnya kemampuan untuk memotivasi calon peserta yang sesuai dengan keinginan program terutama dalam rangka mencegah <em style="mso-bidi-font-style: normal;">‘adverse selection’</em>, demi untuk mencapai target-target pencapaian jumlah kepesertaan yang disepakati.</span></p>
<p class="Default" style="margin: 6pt 0in 6pt 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in; mso-list: l1 level1 lfo3;"><span><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt ">         </span></span>Rumah Sakit</span><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; line-height: 150%; font-family: Arial;">: a) masalah transparansi alokasi hasil klaim yang merupakan masalah klasik masih terus menjadi hambatan yang signifikan di pihak professional yang melakukan pelayanan di Rumah Sakit; b) pelayanan prima kepada penderita yang ditanggung asuransi kesehatan masih sulit diwujudkan karena penerapan prosedur pelayanan yang terlalu kaku sehingga sering dipilih alternative jalan pintas yang akhirnya merugikan pasien.</span></p>
<p class="Normal1" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Secara umum, masih ditemukan kurangnya pemahaman akan sistim asuransi (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">poor client understanding of insurance</em>), masih diperlukan seminar, <em style="mso-bidi-font-style: normal;">workshop</em>, rapat untuk menjelaskan konsep asuransi kepada peserta dan masyarakat; penjelasan verbal tanpa dokumen tertulis harus sudah menjadi kebijakan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: DE;">Investasi dalam bentuk pendidikan staf dan klien sangat meningkatkan kepuasan (<span style="mso-bidi-font-style: italic;">Nannyonjo,</span> 2007)</span></p>
<p class="Default" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; color: windowtext; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: DE;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Dalam pelaksanaan Askes Tobamas, wujud dari kurangnya pemahaman tentang fungsi asuransi kesehatan adalah: a) sikap menunda untuk menjadi peserta sebelum ada bukti-bukti yang diyakininya akan menguntungkan terutama dari sisi finansil; b) masih ditemukan keinginan dan upaya kepesertaan dadakan di kala berada dalam kondisi sakit; dan, c) kemauan yang tidak cukup kuat untuk mencari dan mematuhi upaya pelayanan kesehatan sesuai sistem rujukan yang berlaku juga menjadi kendala bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat sebesar-besarnya sebagai peserta asuransi kesehatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in; mso-layout-grid-align: none;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: EN-US;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Menurut </span><span style="font-size: 11pt; color: #000000; line-height: 150%; font-family: Arial;">Brenzel (1993), c</span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-bidi-font-weight: bold; mso-ansi-language: EN-US;">akupan (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">coverage</em>) tergantung kepada: </span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">1) aksesibilitas pelayanan (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">accessibility</em>); and 2) akseptabilitas (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">acceptability</em>) pelayanan oleh masyarakat.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Aksesibilitas merupakan ukuran kemampuan pasien menerima dan menyerap pelayanan kesehatan dan fungsi dari distribusi pelayanan dimaksud dalam komunitas, sebagaimana juga kondisi adanya barriers sosial, ekonomi, kultur pada akses terhadap pelayanan kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Akseptabilitas suatu program terkait dengan manfaat program bagi masyarakat yang juga fungsi dari mutu pelayanan kesehatan.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Kurangnya cakupan kepesertaan di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah adalah akumulasi dari masalah-masalah yang masih ada baik di pihak PT. Askes, Dinas Kesehatan dan jajarannya termasuk Rumah Sakit.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Upaya promosi asuransi kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah <em style="mso-bidi-font-style: normal;">(low income – low education)</em> yang masih asing dengan terminologi ‘resiko sakit’ memerlukan upaya yang sungguh-sungguh sehingga proses rekruitmen peserta tidak cenderung sebagai proses mobilisasi.</span></p>
<p class="Normal1" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Kesinambungan (<em style="mso-bidi-font-style: normal;">Sustainability</em>) program sangat ditentukan oleh peluang mengatasi masalah dan tantangan dan jumlah kepesertaan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Dalam kaitan pelaksanaan program askes Tobamas, diseminasi informasi dan promosi yang berkesimbungan tentang manfaat asuransi kesehatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan program asuransi kesehatan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Pemerintah Daerah juga perlu meyakinkan masyarakat bahwa penyelenggaraan program asuransi kesehatan masyarakat bukan sekedar kepentingan politis sesaat dengan menjadikan penyelenggaraan asuransi kesehatan masyrakat sebagai kebijakan permanen yang tidak dipengaruhi oleh pergantian rejim.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;">Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyrakat akan pentingnya mengantisipasi resiko kesakitan maka pihak-pihak regulator dalam hal ini perlu memikirkan beberapa alternative skema program sesuai dengan banyaknya permintaan yang mungkin dari pihak masyarakat.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">Perobahan persepsi di kalangan professional kesehatan di berbagai tingkatan pelayanan harus menjadi agenda bersama bagi semua pihak demi memacu akselerasi perwujudan pelayanan prima sekaligus dengan itu mendorong terselenggaranya transparansi dan akuntantabilitas pelayanan public terutama di bidang pelayanan kesehatan.</span></p>
<p class="Normal1" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/narumonda9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-126" title="narumonda9" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/narumonda9-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></div>
<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: PT-BR;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">9.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Penutup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, upaya Kabupaten Toba Samosir adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Upaya ini dilaksanakan seraya juga meminimalisasi <em style="mso-bidi-font-style: normal;">barriers</em> yang ada.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Mengatasi masalah <em style="mso-bidi-font-style: normal;">financial barriers</em> saja tidaklah cukup.. Upaya ini dilaksanakan secara paralel dengan upaya mengatasi geographical barriers, social/cultural barriers yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Pemerintah Kabupaten Toba Samosir mengandalkan iktikad baik untuk berbuat yang terbaik pada saat dimana sebagian besar masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak tercakup dalam program Askeskin tidak memiliki pilihan untuk melindungi dirinya dan anggota keluarganya dalam hal mengatasi masalah pembiayaan pelayanan kesehatan yang semakin memberatkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Pemerintah Kabupaten Toba Samosir menyadari bahwa program ini masih perlu di kaji aspek legalitasnya sesuai peraturan yang berlaku demi untuk perbaikan penyelenggaraannya di kemudian hari menjadi kebijakan yang permanen.dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: .5in;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"><span style="mso-tab-count: 1;">            </span>Demikian disajikan sari pengalaman melaksanakan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM): </span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-US;">Program Pelayanan Husada Paripurna Tobamas</span></em><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"> (Askes Tobamas) di Kabupaten Toba Samosir yang menggandeng PT ASKES Indonesia sebagai Badan Pengelola Dana Premi yang berasal dari masyarakat dan APBD Kabupaten Toba Samosir tahun 2006.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: center; tab-stops: .5in;" align="center"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; line-height: 150%; text-align: center; tab-stops: .5in;" align="center"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;">Daftar Pustaka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;">(Naskah lengkap dan daftar Pustaka dapat diminta ke: flpsitorus@yahoo.com)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 0in; mso-layout-grid-align: none;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></strong></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.public-healthcare.com/2008/08/19/askes-tobamas.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sakit Sedikit Miskin (Sadikin)</title>
		<link>http://www.public-healthcare.com/2008/08/18/jangan-sakit-sedikit-miskin-sadikin.html</link>
		<comments>http://www.public-healthcare.com/2008/08/18/jangan-sakit-sedikit-miskin-sadikin.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 10:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.public-healthcare.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[
Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) Askes Husada Paripurna Toba Mas atau sering disebut JPKM Askes Toba Mas, adalah suatu sistem pembiayaan kesehatan masyarakat berbasis asuransi yang diselenggarakan Pemkab Tobasa, untuk melindungi masyarakat dari masalah/beban peningkatan biaya kesehatan yang semakin tinggi [Imran, NP ]

 
Askes ini dilaksanakan bekerjasama dengan PT.Askes Indonesia, menurut UU No.40 tentang Sistem Jaminan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"><em><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/imran_na70b.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-64" title="imran_na70b" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/imran_na70b.jpg" alt="" width="126" height="163" /></a></em></span></p>
<p><span style="font-size: 11pt;"><em><span style="color: #008000;"><strong>J</strong></span></em></span><span style="font-size: 11pt;"><em><span style="color: #008000;"><strong>aminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) Askes Husada Paripurna Toba Mas atau sering disebut JPKM Askes Toba Mas, adalah suatu sistem pembiayaan kesehatan masyarakat berbasis asuransi yang diselenggarakan Pemkab Tobasa, untuk melindungi masyarakat dari masalah/beban peningkatan biaya kesehatan yang semakin tinggi</strong></span> [<strong>Imran, NP ]</strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"><span id="more-84"></span><strong><em></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Askes ini dilaksanakan bekerjasama dengan<span> </span>PT.Askes Indonesia, menurut<strong> </strong>UU No.40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang ditunjuk sebagai salah satu Badan Penyelenggara jaminan asuransi kesehatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">“Rawat jalan tingkat pertama dan Rawat jalan tingkat lanjutan, ditanggung dalam program Askes Tobamas. Juga, Rawat inap tingkat pertama dan Rawat inap tingkat lanjut, di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah/Swasta yang ditunjuk oleh Askes.,”ujar Kasie Yankes Dinkes Tobasa dr. Sabam Simatupang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Pelayanan obat, kata Simatupang, diberikan kepada peserta berpedoman dengan buku DPHO yang berlaku, terbitan PT. Askes. Resep obat diberikan kepada peserta berdasarkan kebutuhan medis. Obatnya, dapat diambil pada Apotik yang ditunjuk Askes.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Persalinan yang menjadi tanggungan PT.Askes, katanya lagi, sampai dengan anak kedua, dengan mempertimbangkan jumlah anak yang hidup dari peserta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">“Pelayanan Restitusi atau pengajuan tagihan biaya pelayanan kesehatan secara individual peserta kepada PT.Askes, hanya diberikan untuk persalinan normal sebesar Rp. 150 ribu dan persalinan penyulit Rp. 250 ribu. Pelayanan paket <em>pens, plat, screw </em>dan IOL dengan nilai ganti maksimal Rp. 500 ribu”, kata Simatupang..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/07/op-birong.jpg"></a><span style="font-size: 11pt;">Pelayanan kesehatan di luar wilayah Kab.Tobasa, lanjut Kandidat Master Kesehatan UGM ini, harus mendapat persetujuan Dinkes Tobasa dengan PT. Askes cabang P.Siantar dan PPK khusus. “Besaran dan cara pembayaran premi, dibayar dimuka untuk jangka 1 tahun sebesar Rp. 72 ribu dan dilakukan peninjauan tiap tahun periode perjanjian atas kesepakatan Pemkab Tobasa dengan PT. Askes Indonesia”,imbuhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Inilah keistimewaan sistem JPKM Askes Toba Mas. Subsidi premi sebesar Rp. 36 ribu per peserta dari APBD Tobasa, semakin meringankan masyarakat. Bentuk penyelenggaraan JPKM Askes Kabupaten lain di Indonesia, besaran premi yang diserahkan masyarakat ditambah subsidi APBD terlalu kecil. Sehingga, tidak mampu menjamin kesehatan secara menyeluruh (komprehensif).</span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/sabam_jmt.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-65" title="sabam_jmt" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/sabam_jmt-300x294.jpg" alt="" width="300" height="294" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"><a href="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/sabam_jmt1.jpg"></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Di sisi lain, katanya lagi, ada juga penyelenggaraan sistem JPKM Askes yang memberi subsidi penuh seluruh premi perorangan untuk mendapatkan pelayanan komprehensif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">“Memang, benar ini sangat membantu. Tetapi, kurang mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif secara gotong royong. Jadi, pola JPKM Askes Toba Mas, baru satu-satunya di Indonesia. Kita masih terus belajar menyempurnakan pola ini, dan menyesesuaikannya dengan peraturan yang berlaku. Tahapan 3 tahun pertama disebut tahap inisiasi”, jelasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Kita berharap, kelak pada suatu saat, Pemkab Tobasa akan mendirikan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial Daerah (Jamkesda), yang secara organisasi merupakan Badan Layanan Umum independen milik Pemkab Tobasa, dengan menyelenggarakan sistem Askes sendiri. “Kita harus mulai sekarang, walaupun jembatan emasnya belum terbangun”, kata Simatupang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-43" title="narumonda3" src="http://www.public-healthcare.com/wp-content/uploads/2008/08/narumonda3-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.public-healthcare.com/2008/08/18/jangan-sakit-sedikit-miskin-sadikin.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
